Dalam industri pelayaran dan logistik, pengangkutan barang berbahaya (dangerous goods) membutuhkan aturan yang ketat agar risiko kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin. Di sinilah IMDG Code berperan sebagai standar internasional yang mengatur klasifikasi, pengemasan, pelabelan, hingga penanganan barang berbahaya di atas kapal.
Dari sekian banyak ketentuan dalam IMDG Code, dua konsep yang paling sering menimbulkan kebingungan di lapangan adalah Limited Quantity dan Excepted Quantity. Keduanya sama-sama memberikan kelonggaran teknis, namun dengan syarat dan batasan yang berbeda. Memahami perbedaannya bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi juga soal efisiensi biaya dan keselamatan operasional bagi perusahaan pelayaran maupun eksportir barang berbahaya.
Memahami Limited Quantity dalam IMDG Code

Pengertian Limited Quantity
Limited Quantity (LQ) diatur dalam Bab 3.4 IMDG Code. Skema ini berlaku untuk barang berbahaya yang dikemas dalam jumlah terbatas per kemasan dalam (inner packaging), sesuai batas yang tercantum pada kolom 7a Daftar Barang Berbahaya (Dangerous Goods List). Karena risikonya dianggap lebih rendah dibanding pengiriman dalam jumlah penuh, pengirim mendapatkan keringanan pada sejumlah persyaratan pengemasan, penandaan, dan dokumentasi.
Ketentuan dan Persyaratan Limited Quantity
Meski mendapat kelonggaran, Limited Quantity tetap memiliki sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi, di antaranya:
- Kemasan luar wajib mencantumkan tanda LQ berbentuk belah ketupat (diamond) hitam putih.
- Kemasan dalam dan kemasan luar harus lolos uji ketahanan sesuai jenis barang yang diangkut.
- Segregasi terhadap barang berbahaya lain tetap wajib diperhatikan selama proses stuffing di kontainer.
- Untuk moda tertentu, dokumen pengangkutan barang berbahaya masih dapat diminta oleh otoritas pelabuhan meski dalam bentuk yang disederhanakan.
Ketentuan ini membuat Limited Quantity cocok untuk barang konsumen seperti parfum, cat, produk aerosol, baterai lithium tertentu, hingga bahan pembersih rumah tangga yang mengandung unsur korosif ringan.
Baca juga: Jenis Wadah Container yang Diperbolehkan IMDG Code
Memahami Excepted Quantity dalam IMDG Code

Pengertian Excepted Quantity
Berbeda dengan Limited Quantity, Excepted Quantity (EQ) diatur dalam Bab 3.5 IMDG Code dan berlaku untuk barang berbahaya dalam jumlah yang jauh lebih kecil. Karena volumenya sangat minim, Excepted Quantity dikecualikan dari hampir seluruh persyaratan IMDG Code, kecuali sejumlah ketentuan dasar terkait pengemasan dan penandaan.
Ketentuan dan Persyaratan Excepted Quantity
Excepted Quantity mensyaratkan penggunaan kemasan kombinasi (combination packaging), yaitu kemasan dalam yang diletakkan di dalam kemasan luar dengan bahan peredam benturan (cushioning material) di sekelilingnya. Kemasan luar wajib mencantumkan tanda EQ yang menampilkan kelas bahaya barang tersebut, serta nama pengirim dan penerima bila dipersyaratkan.
Batas jumlah maksimum untuk setiap kemasan dalam dan setiap kemasan luar ditentukan oleh kode E (E0 hingga E5) yang tercantum pada kolom 7b Daftar Barang Berbahaya. Barang dengan kode E0 berarti tidak diperbolehkan dikirim dengan skema Excepted Quantity, sedangkan kode E1 hingga E5 memiliki batas jumlah yang meningkat secara bertahap sesuai tingkat risikonya.
Baca juga: Mengapa IMDG Code Penting untuk Operator Logistik?
Perbedaan Limited Quantity dan Excepted Quantity dalam IMDG Code
Sekilas, Limited Quantity dan Excepted Quantity terlihat mirip karena sama-sama memberi keringanan untuk barang berbahaya dalam jumlah kecil. Namun, penerapan keduanya berbeda cukup signifikan, terutama karena Excepted Quantity dirancang untuk jumlah yang jauh lebih terbatas dan mendapat pengecualian yang lebih luas dibanding Limited Quantity.
| Aspek | Limited Quantity | Excepted Quantity |
|---|---|---|
| Dasar aturan | Bab 3.4 IMDG Code | Bab 3.5 IMDG Code |
| Jumlah barang | Lebih besar, sesuai kolom 7a Dangerous Goods List | Sangat kecil, sesuai kode E0–E5 pada kolom 7b |
| Jenis kemasan | Kemasan dalam dan luar standar yang teruji | Kemasan kombinasi dengan bahan peredam benturan |
| Tanda pada kemasan | LQ mark | EQ mark beserta kelas bahaya |
| Dokumentasi | Disederhanakan, terkadang tetap diminta otoritas pelabuhan | Umumnya dikecualikan dari dokumen pengangkutan barang berbahaya standar |
| Cakupan pengecualian dari IMDG Code | Sebagian ketentuan | Hampir seluruh ketentuan, kecuali persyaratan dasar |
Manfaat Penerapan Limited Quantity dan Excepted Quantity
Bagi perusahaan pelayaran dan eksportir, penerapan Limited Quantity dan Excepted Quantity yang tepat memberikan sejumlah manfaat, di antaranya:
- Menekan biaya logistik karena persyaratan pengemasan dan dokumentasi lebih sederhana.
- Mempercepat proses bongkar muat dan inspeksi di pelabuhan.
- Memberi kepastian hukum karena barang dikirim sesuai skema yang diakui secara internasional.
- Tetap menjaga standar keselamatan meski proses pengiriman lebih ringkas.
Manfaat ini hanya bisa dirasakan optimal apabila tim operasional memahami batasan jumlah, jenis kemasan, dan tanda yang berlaku untuk masing-masing skema.
Baca juga: Peran IMDG Code dalam Memastikan Kapal Stabil
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
Dalam praktiknya, sejumlah kesalahan masih sering terjadi saat perusahaan menerapkan Limited Quantity maupun Excepted Quantity, misalnya:
- Menganggap Excepted Quantity otomatis bebas dari seluruh kewajiban dokumentasi, padahal beberapa moda transportasi tetap mensyaratkan informasi dasar.
- Salah menghitung jumlah bersih per kemasan sehingga melebihi batas yang diizinkan.
- Menggunakan tanda LQ dan EQ secara tertukar, padahal keduanya memiliki desain dan fungsi berbeda.
- Mengabaikan segregasi antar barang berbahaya hanya karena jumlahnya kecil.
Kesalahan semacam ini berisiko menimbulkan sanksi administratif, penundaan pengiriman, hingga potensi kecelakaan di pelabuhan.
Pentingnya Kompetensi dalam Penerapan IMDG Code
Karena penerapan Limited Quantity dan Excepted Quantity membutuhkan ketelitian teknis, banyak perusahaan mendorong tim operasionalnya mengikuti Training IMDG Code agar pemahaman regulasi berjalan sesuai standar internasional sekaligus dapat diterapkan secara konsisten di lapangan.
Kesimpulan
Limited Quantity dan Excepted Quantity dalam IMDG Code sama-sama dirancang untuk memberi kelonggaran teknis bagi pengiriman barang berbahaya dalam jumlah kecil, namun dengan cakupan dan batasan yang berbeda. Limited Quantity memungkinkan jumlah yang lebih besar dengan sebagian persyaratan yang disederhanakan, sementara Excepted Quantity berlaku untuk jumlah yang jauh lebih kecil dengan pengecualian yang lebih luas.
Pemahaman yang tepat terhadap kedua skema ini membantu perusahaan menjaga kepatuhan terhadap IMDG Code sekaligus meningkatkan efisiensi operasional tanpa mengorbankan aspek keselamatan.











