International Maritime Organization secara konsisten memperbarui IMDG Code setiap dua tahun. Setiap amandemen membawa perubahan dalam cara perusahaan mengklasifikasikan dan mengirimkan kargo berbahaya. Amandemen 42-24, yang berlaku penuh sejak 1 Januari 2025, memperkenalkan sejumlah pembaruan penting. Perubahan ini berdampak langsung pada praktik operasional harian, mulai dari klasifikasi hingga persyaratan dokumentasi.
Namun, banyak perusahaan belum sepenuhnya mengikuti perubahan tersebut. Di sisi lain, inspeksi PSCO menggunakan edisi IMDG Code yang berlaku saat inspeksi dilakukan. Hal ini berarti perusahaan yang masih mengacu pada amandemen sebelumnya sudah berada dalam kondisi non-compliance. Risiko yang muncul mencakup keterlambatan operasional, penahanan kargo, hingga implikasi hukum jika terjadi insiden.
Oleh karena itu, artikel ini membahas orientasi perubahan dalam Amandemen 42-24 sekaligus membantu Compliance Officer dan DG Specialist mengidentifikasi area perubahan yang paling relevan serta mengevaluasi dampaknya terhadap operasi spesifik. Untuk memastikan implementasi yang konsisten, pemahaman ini perlu diintegrasikan ke dalam praktik operasional. Hal ini mencakup persyaratan penyimpanan dan penanganan kargo berbahaya dalam kontainer. Dengan demikian, compliance dapat tercermin secara nyata dalam pelaksanaan di lapangan.
Memahami Siklus Amandemen IMDG Code: Konteks yang Diperlukan Sebelum Membahas Amandemen 42-24
Berikut hal yang perlu dipahami mengenai siklus amandemen IMDG Code
Bagaimana Amandemen IMDG Code Ditetapkan dan Mengapa Ini Penting
Perusahaan perlu secara aktif mengikuti perubahan melalui Maritime Safety Committee (MSC) dan Marine Environment Protection Committee (MEPC). Kedua badan ini mengkaji usulan dari negara anggota dan industri, lalu menyusunnya menjadi amandemen baru setiap dua tahun. Setiap amandemen disertai periode transisi sebelum berlaku wajib.
Amandemen 42-24 memiliki masa transisi sukarela dari 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2024. Pada periode ini, perusahaan masih dapat menggunakan edisi lama atau baru. Namun, sejak 1 Januari 2025, hanya Amandemen 42-24 yang berlaku tanpa pengecualian. Akibatnya, setiap pengiriman yang masih mengacu pada amandemen sebelumnya berisiko menjadi temuan dalam inspeksi Port State Control (PSC).
Kategori Perubahan yang Paling Sering Dibawa oleh Amandemen IMDG
Perusahaan perlu secara aktif mengidentifikasi kategori perubahan utama yang hampir selalu muncul di setiap edisi terutama mempengaruhi klasifikasi, pengemasan, hingga pengiriman kargo berbahaya berikut area yang harus selalu diperiksa secara sistematis:
- Perubahan Dangerous Goods List (DGL): penambahan UN Number baru, penghapusan atau penggabungan entri lama, serta revisi klasifikasi seperti kelas bahaya, Packing Group, dan subsidiary risk
- Perubahan persyaratan pengemasan: pembaruan packing instruction, jenis kemasan yang diizinkan, serta batas kuantitas untuk UN Number tertentu
- Perubahan persyaratan segregasi: penyesuaian Segregation Group atau aturan pemisahan untuk mencerminkan risiko interaksi zat yang lebih akurat
- Perubahan prosedur dan ketentuan khusus: pembaruan Special Provisions pada kolom 6 DGL yang mengatur persyaratan tambahan atau pengecualian untuk barang tertentu
Area Perubahan Utama dalam IMDG Code Amandemen 42-24
Lebih lanjut mengenai area perubahan utama pada IMDG Code Amandemen 42-24
Perubahan pada Dangerous Goods List: UN Number Baru dan Revisi Klasifikasi
Perusahaan harus secara aktif meninjau pembaruan pada Dangerous Goods List (DGL). Pembaruan ini mencakup penambahan UN Number baru yang relevan untuk pengiriman komersial, terutama di sektor kimia, agrokimia, dan manufaktur. Selain itu, terdapat revisi pada entri yang sudah ada, seperti perubahan Packing Group atau penambahan subsidiary hazard. Perubahan tersebut memengaruhi persyaratan pengemasan, pelabelan, dan segregasi kargo berbahaya.
Dampaknya, perusahaan perlu menyesuaikan penyusunan Dangerous Goods Declaration (DGD) serta aturan pemisahan kargo. Jika masih menggunakan klasifikasi lama setelah 1 Januari 2025, perusahaan berisiko menghadapi temuan dalam inspeksi Port State Control (PSC).
Perubahan pada Persyaratan Pengemasan dan Marking
Perusahaan perlu mengevaluasi pembaruan pada persyaratan pengemasan dan marking. Pembaruan ini mencakup perubahan jenis kemasan yang diizinkan untuk UN Number tertentu serta penyesuaian batas kuantitas untuk Limited Quantities dan Excepted Quantities.
Selain itu, terdapat revisi pada marking, baik berupa penambahan elemen baru maupun perubahan pada marking yang sudah ada. Seluruhnya harus selaras dengan dokumentasi dan pelabelan kargo berbahaya.Kemasan yang sebelumnya compliant belum tentu memenuhi standar terbaru.
Oleh karena itu, perusahaan perlu meninjau dan memastikan seluruh proses pengemasan dan marking telah disesuaikan dengan ketentuan Amandemen 42-24 sebelum digunakan dalam operasi.
Perubahan pada Special Provisions dan Persyaratan Khusus
Amandemen 42-24 menghadirkan revisi signifikan pada Special Provisions. Perubahan ini berdampak langsung pada pengiriman komersial umum. Revisi mencakup persyaratan tambahan, pengecualian tertentu, serta batasan operasional. Dampaknya dapat mengubah cara suatu UN Number ditangani, dikemas, atau didokumentasikan.
Oleh karena itu, perusahaan perlu memeriksa apakah Special Provisions untuk setiap kargo mengalami perubahan. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan menelusuri kolom 6 pada Dangerous Goods List edisi terbaru dan membandingkannya dengan edisi sebelumnya. Selain itu, perusahaan perlu merujuk pada daftar perubahan resmi, seperti amendment highlights atau corrigenda dari International Maritime Organization. Langkah ini penting agar tidak ada detail yang terlewat dan berpotensi memengaruhi kepatuhan operasional.
Implikasi Amandemen 42-24 bagi Operasi Pengiriman DG Perusahaan
Berikut rincian mengenai implikasi Amandemen 42-24 bagi Operasi Pengiriman DG Perusahaan antara lain
Tiga Langkah Compliance Review yang Harus Dilakukan Segera
Perusahaan perlu melakukan validasi detail terhadap kargo yang dikirimkan, memperbarui sistem dan dokumen internal, serta memastikan seluruh pihak yang terlibat memahami perubahan tersebut dalam praktik operasional sehari-hari. Untuk itu, berikut tiga langkah compliance review yang harus segera dilakukan:
Langkah 1 — Audit Kargo DG yang Reguler Dikirimkan
Melakukan inventarisasi seluruh UN Number yang dikirimkan dalam 12 bulan terakhir, lalu verifikasi setiap entri terhadap Amandemen 42-24 untuk mengidentifikasi perubahan klasifikasi, persyaratan pengemasan, dan Special Provisions; tanggung jawab ini berada pada shipper, bukan freight forwarder
Langkah 2 — Update Prosedur dan Template Dokumen
Merevisi template Dangerous Goods Declaration (DGD), instruksi pengemasan, serta standar labeling berdasarkan hasil audit; evaluasi kesesuaian stok kemasan yang ada dan dokumentasikan seluruh perubahan beserta tanggal implementasinya
Langkah 3 — Komunikasikan Update kepada Seluruh Pihak yang Terlibat
Menyampaikan perubahan kepada freight forwarder dan pastikan tim internal memahami implikasinya secara praktis jika diperlukan, lakukan pelatihan ulang untuk memastikan implementasi berjalan konsisten di lapangan
Mengapa Pelatihan IMDG Code yang Terbarukan Adalah Investasi Compliance yang Paling Efisien
Setiap amandemen dua tahunan dari International Maritime Organization membawa perubahan pada praktik klasifikasi, pengemasan, dokumentasi, dan segregasi kargo berbahaya. Jika perusahaan hanya mengandalkan pelatihan satu kali tanpa pembaruan berkala, kesenjangan antara prosedur internal dan regulasi akan semakin melebar.
Oleh karena itu, pelatihan IMDG Code perlu diposisikan sebagai bagian dari sistem compliance berkelanjutan. Tim yang terlatih mampu membaca, menginterpretasikan, dan mengimplementasikan setiap amandemen baru. Program IMDG Code dari Port Academy dapat menjadi solusi strategis. Program tersebut membantu tim menerjemahkan perubahan regulasi menjadi tindakan operasional yang konsisten dan compliant.
Kesimpulan
Perusahaan perlu memahami bahwa IMDG Code adalah regulasi yang terus diperbarui setiap dua tahun oleh International Maritime Organization. Tanpa mekanisme untuk mengikuti siklus amandemen, sistem compliance akan tertinggal dari standar yang berlaku. Pada Amandemen 42-24, audit terhadap penanganan kargo dangerous goods perlu dilakukan secara rutin sebagai langkah pengendalian.
Kemudian perusahaan dapat membangun pemahaman IMDG Code secara terstruktur akan lebih mampu menginterpretasikan dan mengimplementasikan setiap perubahan secara mandiri. Dalam hal ini, Program IMDG Code dari Port Academy dapat menjadi investasi strategis untuk menjaga kompetensi tim dan memastikan konsistensi compliance operasional.
Program ini membekali peserta dengan kemampuan praktis, mulai dari klasifikasi kargo hingga penyusunan dokumentasi. Peserta juga dilatih untuk memastikan pengemasan, pelabelan, dan segregasi kargo berbahaya sesuai standar terbaru. Dengan demikian, pelatihan ini membantu menutup gap compliance yang sering muncul setelah perubahan amandemen.
FAQ SECTION
Kapan IMDG Code Amandemen 42-24 mulai berlaku dan apakah masih ada periode transisi?
IMDG Code Amandemen 42-24 berlaku mandatory sejak 1 Januari 2025. Periode transisi sukarela berlangsung dari 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2024. Setelah itu, tidak ada grace period semua pengiriman harus mengacu pada amandemen terbaru.
Apa yang berubah dalam IMDG Code Amandemen 42-24 yang paling berdampak pada pengiriman kargo berbahaya komersial?
Perubahan utama mencakup Dangerous Goods List (penambahan/revisi UN Number dan klasifikasi), persyaratan pengemasan, dan Special Provisions. Dampaknya sangat bergantung pada jenis kargo, sehingga perusahaan harus memverifikasi UN Number spesifik yang mereka kirimkan langsung dalam Amandemen 42-24.
Bagaimana cara mengetahui apakah kargo berbahaya yang reguler dikirimkan perusahaan terdampak oleh perubahan IMDG Code Amandemen 42-24?
Lakukan langkah konkret:
- Buat daftar UN Number yang rutin dikirimkan
- cek Dangerous Goods List di Amandemen 42-24 untuk setiap UN Number
- bandingkan dengan amandemen sebelumnya untuk mengidentifikasi perubahan. Jika ada ketidakpastian, libatkan DG Specialist untuk validasi.
Apa konsekuensi jika perusahaan masih menggunakan prosedur dari IMDG Code edisi lama setelah Amandemen 42-24 berlaku?
Perusahaan berisiko melanggar SOLAS Chapter VII yang dapat menjadi temuan dalam inspeksi PSC, menghadapi penolakan pemuatan oleh shipping line yang sudah update prosedur, serta mengalami eksposur hukum lebih besar jika terjadi insiden karena terbukti menggunakan standar yang tidak lagi berlaku.






