Dalam pelayaran internasional, keselamatan pengangkutan muatan menjadi prioritas utama, terutama untuk kargo berisiko tinggi. Dua regulasi yang mengatur hal ini adalah International Maritime Dangerous Goods Code (IMDG Code) dan (International Maritime Solid Bulk Cargoes Code) (IMSBC Code). Meski sama-sama diterbitkan oleh International Maritime Organization (IMO), keduanya mengatur jenis muatan yang berbeda sehingga penting untuk memahami baik persamaan IMDG Code dan IMSBC Code maupun perbedaan IMDG Code dan IMSBC Code sebelum diterapkan di lapangan.
Artikel ini membahas definisi, persamaan, dan perbedaan kedua kode tersebut, sekaligus mengapa pemahaman mendalam terhadap IMSBC Code menjadi kebutuhan mendasar bagi pekerja pelabuhan, awak kapal, dan operator terminal curah.

Apa Itu IMDG Code dan IMSBC Code?
IMDG Code
IMDG Code adalah kumpulan aturan internasional yang mengatur pengangkutan barang berbahaya yang dikemas melalui laut, seperti bahan kimia, gas bertekanan, zat mudah terbakar, hingga bahan radioaktif. Kode ini menetapkan standar pengemasan, pelabelan, penyimpanan, hingga penanganan darurat agar risiko terhadap kapal, awak kapal, dan lingkungan dapat diminimalkan.
IMSBC Code
Berbeda dengan IMDG, IMSBC Code mengatur pengangkutan kargo curah padat yang tidak dikemas (bulk cargo), seperti bijih nikel, batubara, pupuk, dan biji-bijian. Fokus utamanya adalah mencegah kecelakaan akibat pergeseran muatan, reaksi kimia spontan, maupun liquefaction, kondisi ketika muatan padat berubah menyerupai cairan akibat kadar air berlebih dan getaran kapal.
Persamaan IMDG Code dan IMSBC Code
Meski mengatur jenis muatan yang berbeda, IMDG Code dan IMSBC Code memiliki sejumlah kesamaan mendasar:
- Diterbitkan oleh IMO dan berlaku global — kedua kode ini wajib diterapkan oleh negara-negara anggota IMO sebagai bagian dari konvensi SOLAS (Safety of Life at Sea).
- Berorientasi pada keselamatan pelayaran — tujuan akhirnya sama, yaitu melindungi kapal, awak kapal, dan muatan dari risiko kecelakaan di laut.
- Mengatur prosedur penanganan darurat — keduanya memuat panduan tanggap darurat jika terjadi insiden selama pengangkutan.
- Berorientasi pada perlindungan lingkungan — baik IMDG maupun IMSBC menekankan pencegahan pencemaran laut akibat tumpahan maupun kebocoran muatan.
Baca juga: Tips Mengelola Kargo Curah dalam Cuaca Ekstrem sesuai IMSBC Code
Perbedaan IMDG Code dan IMSBC Code
Berikut perbandingan utama antara kedua kode berdasarkan beberapa aspek penting:
| Aspek | IMDG Code | IMSBC Code |
|---|---|---|
| Jenis Kargo | Barang berbahaya dalam kemasan | Kargo curah padat tanpa kemasan |
| Metode Pengangkutan | Peti kemas atau kemasan individual | Dimuat langsung ke palka kapal |
| Dasar Klasifikasi Bahaya | Hazard Class 1–9 berdasarkan UN Number | Group A, B, atau C berdasarkan sifat fisik-kimia |
| Risiko Utama | Kebakaran, ledakan, kebocoran zat kimia | Liquefaction, pergeseran muatan, self-heating |
| Contoh Muatan | Gas bertekanan, bahan mudah terbakar, zat radioaktif | Nikel ore, batubara, bijih besi, pupuk |
| Pihak yang Wajib Memahami | Operator peti kemas, forwarder, petugas kontainerisasi | Operator terminal curah, nakhoda, surveyor kargo |
Klasifikasi Kelompok Muatan dalam IMSBC Code
Salah satu aspek penting yang membedakan IMSBC Code dari IMDG Code adalah sistem klasifikasi kelompok muatannya:
- Group A — kargo yang berpotensi mengalami liquefaction jika kadar airnya melebihi Transportable Moisture Limit (TML), misalnya nikel ore dan beberapa jenis bijih logam.
- Group B — kargo yang memiliki bahaya kimia, seperti risiko self-heating, emisi gas beracun, atau reaksi dengan air.
- Group C — kargo yang relatif tidak berbahaya dari sisi liquefaction maupun kimia, meski tetap harus ditangani sesuai prosedur bongkar muat standar.
Pemahaman terhadap kelompok ini krusial karena menentukan uji kadar air, dokumen yang wajib disertakan, hingga metode pemuatan yang aman untuk masing-masing jenis kargo curah.
Baca juga: Cara Menangani Kargo Curah yang Mudah Terbakar
Mengapa Perbedaan dan Persamaan IMDG Code dan IMSBC Code Penting Dipahami?
Kesalahan dalam memahami kedua kode ini dapat berujung pada risiko serius, seperti:
- Salah klasifikasi jenis muatan sehingga penanganan tidak sesuai standar keselamatan.
- Kegagalan dalam dokumentasi kargo yang berdampak pada proses audit dan sertifikasi kapal.
- Peningkatan risiko kecelakaan di laut, termasuk insiden pergeseran muatan akibat liquefaction yang pernah terjadi pada sejumlah kapal pengangkut curah di berbagai negara.
Karena itu, tenaga kerja pelabuhan, awak kapal, dan operator logistik perlu memahami IMSBC Code secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi definisi, tetapi juga penerapan teknisnya di lapangan.
Tingkatkan Kompetensi melalui Sertifikasi IMSBC Code
Untuk memperdalam pemahaman sekaligus mendapatkan pengakuan profesional, tenaga kerja pelabuhan dapat mengikuti program pelatihan dan sertifikasi IMSBC Code yang diselenggarakan oleh Port Academy. Program ini mencakup kurikulum berbasis kebutuhan nyata di pelabuhan, simulasi penanganan kargo curah, serta sertifikasi BNSP sebagai pengakuan kompetensi nasional.
Baca juga: Persiapan Kapal untuk Mengangkut Kargo Curah
Kesimpulan
IMDG Code dan IMSBC Code sama-sama berperan penting dalam menjamin keselamatan pelayaran, meski mengatur jenis muatan yang berbeda.
Memahami persamaan IMDG Code dan IMSBC Code membantu pelaku industri melihat benang merah keduanya dalam hal keselamatan dan perlindungan lingkungan, sementara memahami perbedaan IMDG Code dan IMSBC Code memastikan penanganan kargo dilakukan sesuai prosedur yang tepat.
Bagi pelaku bongkar muat kargo curah, penguasaan IMSBC Code secara mendalam adalah langkah mendasar untuk mendukung keselamatan kerja dan kelancaran operasional pelabuhan.









