Tips Efektif dalam Pengangkatan Manual bagi TKBM

Pengangkatan manual merupakan salah satu aktivitas inti yang dilakukan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan. Meski tidak selalu melibatkan alat berat, proses ini menyimpan risiko cedera yang cukup tinggi jika dilakukan dengan teknik yang salah.

Oleh sebab itu, memahami tips pengangkatan manual TKBM yang benar menjadi kunci untuk menjaga keselamatan kerja sekaligus meningkatkan produktivitas di lapangan. Port Academy menghadirkan program Diklat TKBM – Tenaga Kerja Bongkar Muat untuk membekali para pekerja dengan keterampilan tersebut secara terstruktur.

Mengapa Teknik Pengangkatan Manual Penting bagi TKBM?

Aktivitas bongkar muat menuntut TKBM mengangkat berbagai jenis barang dengan bentuk, berat, dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Tanpa teknik yang tepat, beban berulang pada punggung, bahu, dan pinggang dapat memicu cedera otot hingga gangguan tulang belakang dalam jangka panjang. Berikut sejumlah tips pengangkatan manual TKBM yang dapat diterapkan sehari-hari di lapangan.

1. Lakukan Pemanasan Sebelum Mulai Bekerja

Sebelum mengangkat beban, luangkan waktu beberapa menit untuk melakukan peregangan otot, terutama pada bagian punggung, kaki, dan bahu. Pemanasan membuat otot lebih lentur sehingga risiko cedera saat bekerja dapat ditekan, sekaligus mempersiapkan tubuh menghadapi aktivitas fisik yang cukup berat.

2. Kenali Berat dan Bentuk Beban Sebelum Diangkat

Sebelum mengangkat, periksa dahulu perkiraan berat, bentuk, dan titik pegangan barang. Jika memungkinkan, coba geser sedikit beban untuk memperkirakan bobotnya. Langkah sederhana ini membantu TKBM menentukan apakah beban masih aman diangkat sendiri atau memerlukan bantuan alat maupun rekan kerja.

Baca juga: Panduan Inspeksi Rutin untuk TKBM

3. Gunakan Teknik Angkat yang Benar

Posisikan kaki selebar bahu dengan lutut sedikit ditekuk, lalu turunkan tubuh dengan menekuk lutut, bukan membungkukkan punggung. Pegang beban sedekat mungkin dengan tubuh sebelum mengangkatnya secara perlahan. Posisi ini memindahkan sebagian besar beban ke otot kaki yang lebih kuat dan tidak mudah cedera dibandingkan otot punggung.

4. Andalkan Kekuatan Kaki, Bukan Punggung

Saat mengangkat, dorong tubuh ke atas menggunakan kekuatan paha dan betis, bukan dengan menghentakkan punggung. Otot kaki memiliki daya tahan dan kekuatan yang jauh lebih besar sehingga lebih aman digunakan untuk menahan beban berat dalam jangka waktu lama.

5. Jaga Postur Tubuh Selama Proses Pengangkatan

Selama mengangkat maupun memindahkan barang, pastikan tubuh tetap tegak dan pandangan mengarah ke depan. Hindari memutar pinggang saat memegang beban; jika perlu berbelok, gerakkan seluruh tubuh termasuk kaki agar tulang belakang tidak menanggung beban dari posisi yang tidak stabil.

6. Pertimbangkan Alat Bantu untuk Beban Berat

Untuk barang yang terlalu berat atau berukuran besar, jangan ragu menggunakan alat bantu seperti troli, hand pallet, atau dolly. Penggunaan alat bantu yang tepat dapat mengurangi tekanan fisik pada tubuh tanpa mengurangi kecepatan kerja di lapangan.

Baca juga: Panduan Dasar untuk Tenaga Kerja Bongkar Muat

7. Lakukan Pengangkatan Secara Tim untuk Beban Besar

Barang berukuran besar atau melebihi kapasitas angkat satu orang sebaiknya diangkat bersama rekan kerja. Kerja sama tim memastikan beban terdistribusi merata dan setiap anggota bergerak dengan ritme yang sama, sehingga risiko cedera akibat beban sepihak dapat diminimalkan.

8. Kenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang Sesuai

Sarung tangan, sepatu safety, dan sabuk punggung (back support) dapat membantu melindungi tubuh dari gesekan, benturan, maupun tekanan berlebih saat mengangkat beban. Pemilihan APD yang sesuai jenis pekerjaan menjadi pelengkap penting dari teknik pengangkatan manual yang aman.

9. Beristirahat secara Teratur

Pengangkatan manual yang dilakukan terus-menerus tanpa istirahat dapat menyebabkan kelelahan otot dan menurunkan kewaspadaan, yang keduanya meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Atur jadwal istirahat singkat secara berkala agar tubuh memiliki waktu untuk pulih.

Baca juga: Panduan Kerja Tim bagi TKBM Pemula

10. Evaluasi dan Tingkatkan Teknik Secara Berkala

Setelah menyelesaikan pekerjaan, luangkan waktu untuk mengevaluasi teknik pengangkatan yang telah dilakukan. Jika ditemukan kebiasaan yang kurang tepat, segera perbaiki agar tidak menjadi pola yang berulang dan berisiko menimbulkan cedera di kemudian hari.

FAQ Seputar Tips Pengangkatan Manual TKBM

Apa itu TKBM?

TKBM atau Tenaga Kerja Bongkar Muat adalah pekerja yang bertugas menangani proses bongkar muat barang di pelabuhan, baik menggunakan alat berat maupun secara manual.

Mengapa TKBM perlu memahami teknik pengangkatan manual?

Karena aktivitas bongkar muat melibatkan pengangkatan barang secara berulang, teknik yang salah dapat memicu cedera otot dan tulang belakang. Teknik yang benar membantu TKBM bekerja lebih aman dan efisien.

Di mana TKBM bisa mempelajari teknik pengangkatan manual yang benar?

Salah satu caranya adalah melalui pelatihan terstruktur, seperti Diklat TKBM – Tenaga Kerja Bongkar Muat yang diselenggarakan oleh Port Academy.

Baca juga: Cara TKBM Menjamin Kualitas Kargo di Pelabuhan

Kesimpulan

Pelatihan Training Diklat TKBM - Port Academy

Menerapkan tips pengangkatan manual TKBM di atas secara konsisten dapat membantu menurunkan risiko cedera kerja sekaligus meningkatkan efisiensi bongkar muat di pelabuhan. Bagi TKBM yang ingin memperdalam keterampilan ini melalui pelatihan yang terarah, Port Academy menghadirkan program Diklat TKBM – Tenaga Kerja Bongkar Muat sebagai salah satu pilihan untuk belajar langsung dari praktisi berpengalaman.

FAQ

Penulis
Picture of Capt. Teguh Iman Yulianto, M.Mar
Capt. Teguh Iman Yulianto, M.Mar
Instruktur maritim dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, mengawali karier sebagai perwira deck di berbagai kapal tanker dan general cargo hingga meraih Deck Officer Class I (ANT I). Sejak 2008 aktif sebagai dosen dan trainer, membawakan pelatihan berbasis Kementerian Perhubungan & BNSP untuk klien-klien industri pelabuhan dan migas. Bersertifikat Training of Trainers (IMO Model Course 6.09 & 6.10) dan menjadi trainer di Port Academy.
Picture of Capt. Teguh Iman Yulianto, M.Mar
Capt. Teguh Iman Yulianto, M.Mar
Instruktur maritim dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, mengawali karier sebagai perwira deck di berbagai kapal tanker dan general cargo hingga meraih Deck Officer Class I (ANT I). Sejak 2008 aktif sebagai dosen dan trainer, membawakan pelatihan berbasis Kementerian Perhubungan & BNSP untuk klien-klien industri pelabuhan dan migas. Bersertifikat Training of Trainers (IMO Model Course 6.09 & 6.10) dan menjadi trainer di Port Academy.