Dalam dunia logistik pelabuhan, kemampuan menggunakan forklift dengan benar adalah salah satu keterampilan paling menentukan bagi TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat). Forklift memungkinkan barang berat dipindahkan dengan cepat dari kapal ke gudang, namun kesalahan kecil saat mengoperasikannya bisa berakibat fatal bagi keselamatan pekerja maupun kelancaran arus barang.
Artikel ini membahas cara menggunakan forklift secara efektif dan aman khusus untuk TKBM, mulai dari mengenal jenis forklift, langkah pengoperasian, hingga kesalahan yang harus dihindari.
Mengenal Forklift dan Perannya dalam Pekerjaan TKBM

Forklift adalah kendaraan industri yang dirancang untuk mengangkat dan memindahkan muatan berat dalam jarak pendek. Bagi TKBM, alat ini menjadi tulang punggung proses bongkar muat karena mampu memindahkan barang dalam volume besar tanpa mengandalkan tenaga manusia secara penuh. Namun, forklift hanya efektif jika dioperasikan oleh pekerja yang memahami karakteristik alat, medan kerja, dan prosedur keselamatannya.
Jenis Forklift yang Umum Dijumpai di Area Pelabuhan
Setiap area kerja punya karakteristik berbeda, sehingga jenis forklift yang dipilih pun tidak sama. Beberapa jenis yang lazim digunakan TKBM antara lain:
- Counterbalance Forklift — mengandalkan bobot penyeimbang di bagian belakang, cocok untuk area terbuka dan medan yang tidak terlalu rapat.
- Reach Truck — lebih ramping dan lincah, ideal untuk gudang atau area dengan lorong sempit.
- Pallet Jack — digunakan untuk perpindahan jarak dekat dengan beban yang relatif ringan hingga menengah.
- Side Loader — dirancang untuk memuat barang berdimensi panjang seperti pipa atau kayu, sering dijumpai di area penyimpanan kontainer.
Memahami karakteristik masing-masing jenis forklift membantu TKBM menentukan alat yang tepat sesuai kondisi lapangan, sehingga pekerjaan bongkar muat berjalan lebih efisien dan risiko kesalahan operasional berkurang.
Baca juga: Tips Menghindari Cedera Punggung dalam Pekerjaan TKBM
Kompetensi yang Mendasari Operasional Forklift
Mengoperasikan forklift bukan sekadar bisa menjalankan kendaraan, dibutuhkan pemahaman teknis dan kepekaan terhadap risiko di lapangan. Karena itu, banyak perusahaan pelabuhan mensyaratkan operator forklift memiliki sertifikasi kompetensi TKBM yang diakui BNSP. Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa operator telah melalui proses pelatihan dan uji kompetensi, bukan sekadar belajar secara otodidak.
Port Academy merupakan salah satu lembaga yang menyediakan program pelatihan operasional forklift bagi tenaga kerja bongkar muat, dengan kurikulum yang disesuaikan standar industri kepelabuhanan.
Langkah-Langkah Efektif Menggunakan Forklift bagi TKBM
1. Pemeriksaan Sebelum Penggunaan
Sebelum forklift dijalankan, operator wajib melakukan pemeriksaan singkat terhadap kondisi alat, meliputi:
- Kondisi ban dan tekanan udara
- Level oli, bahan bakar, dan aki (untuk forklift elektrik)
- Fungsi rem, klakson, lampu, dan indikator peringatan
- Kondisi garpu (fork) dan rantai pengangkat
Pemeriksaan rutin ini membantu mendeteksi gangguan teknis sejak awal, sebelum forklift digunakan untuk mengangkat muatan.
2. Mengikuti Jalur dan Prosedur Kerja yang Aman
Operator harus selalu berjalan pada jalur forklift yang telah ditentukan di area kerja, menghindari jalur lalu lintas pekerja lain, serta memastikan pandangan tidak terhalang oleh muatan yang dibawa. Jika muatan menghalangi pandangan ke depan, operator disarankan mengemudikan forklift secara mundur dengan tetap waspada terhadap kondisi sekitar.
3. Menyesuaikan Kecepatan dengan Kondisi Lapangan
Kecepatan forklift harus disesuaikan dengan kondisi sekitar, diperlambat saat memasuki area sempit, mendekati pekerja lain, atau melintasi permukaan yang tidak rata. Kebiasaan ini mengurangi risiko tabrakan dan menjaga stabilitas muatan yang dibawa.
4. Memastikan Beban Stabil dan Sesuai Kapasitas
Setiap forklift memiliki batas kapasitas angkut yang tercantum pada nameplate alat. Muatan yang melebihi kapasitas atau tidak terikat dengan benar dapat membuat forklift kehilangan keseimbangan. Pastikan posisi garpu berada pada ketinggian yang tepat dan muatan terdistribusi secara merata sebelum forklift dijalankan.
5. Berkomunikasi dengan Tim di Sekitar Area Kerja
Area bongkar muat biasanya melibatkan banyak pekerja dan alat berat lain dalam satu waktu. Operator forklift perlu menggunakan sinyal standar (klakson, lampu rotary, atau aba-aba tangan) untuk memberi tahu pergerakannya kepada pekerja di sekitar, terutama saat mundur atau berbelok di titik dengan visibilitas terbatas.
Baca juga: Cara Menangani Kargo Ringan dan Berat
Manfaat Menguasai Keterampilan Forklift bagi TKBM
Penguasaan keterampilan forklift memberi dampak yang terasa langsung dalam pekerjaan sehari-hari, di antaranya:
- Efisiensi kerja meningkat — operator yang terampil menyelesaikan pekerjaan lebih cepat tanpa mengorbankan keselamatan.
- Risiko kecelakaan berkurang — pemahaman prosedur yang baik menurunkan potensi insiden di area kerja.
- Usia pakai alat lebih panjang — forklift yang dioperasikan sesuai prosedur cenderung lebih awet dan minim kerusakan.
- Nilai profesional yang lebih tinggi — TKBM dengan keterampilan yang jelas lebih mudah dipercaya untuk menangani pekerjaan bernilai tinggi.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengoperasikan Forklift
Meski forklift sudah menjadi alat yang umum digunakan, sejumlah kesalahan operasional masih kerap terjadi di lapangan, seperti:
- Tidak menggunakan sabuk pengaman saat mengemudikan forklift
- Melaju terlalu cepat, terutama di area padat aktivitas
- Tidak mengecek kestabilan muatan sebelum mengangkat
- Mengabaikan kondisi permukaan jalan, seperti lubang atau tumpahan cairan
- Mengangkat beban dengan posisi garpu yang tidak sejajar
Kesalahan-kesalahan ini umumnya terjadi karena kurangnya pembiasaan terhadap prosedur standar, dan bisa diminimalkan melalui Training TKBM yang konsisten serta pengawasan di lapangan.
Baca juga: Cara Efektif Mengatur Jadwal Kerja bagi TKBM
Soft Skill yang Mendukung Pengoperasian Forklift
Selain kemampuan teknis, sejumlah soft skill juga berperan penting bagi TKBM yang mengoperasikan forklift, antara lain:
- Komunikasi tim yang baik — mengurangi risiko miskoordinasi antar pekerja di area bongkar muat.
- Disiplin dan tanggung jawab — memastikan setiap prosedur keselamatan dijalankan tanpa terkecuali.
- Kesadaran situasional — kepekaan terhadap pergerakan pekerja lain, kendaraan, dan kondisi sekitar area kerja.
Standar Keselamatan dalam Menggunakan Forklift

1. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD)
Operator forklift wajib mengenakan perlengkapan keselamatan standar, meliputi helm proyek, sepatu safety, dan rompi reflektif agar tetap terlihat jelas oleh pekerja lain di area kerja.
2. Hindari Membawa Penumpang
Forklift dirancang sebagai alat angkut barang, bukan kendaraan penumpang. Membawa orang lain di atas forklift, baik di kabin maupun di atas garpu sangat berbahaya dan harus dihindari dalam kondisi apa pun.
3. Parkir di Tempat yang Aman
Setelah selesai digunakan, forklift harus diparkir di area yang tidak menghalangi jalur kerja, dengan garpu diturunkan penuh ke lantai, rem tangan diaktifkan, dan kunci kontak dilepas untuk mencegah penggunaan oleh pihak yang tidak berwenang.
Baca juga: Cara Menjaga Konsentrasi dalam Pekerjaan TKBM
Kesimpulan
Menggunakan forklift secara efektif bukan sekadar soal mengangkat dan memindahkan barang, melainkan tentang tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap keselamatan bersama. Bagi TKBM, keterampilan ini menjadi fondasi penting yang menentukan kualitas dan keamanan setiap proses bongkar muat.
Bagi pekerja pelabuhan yang ingin mengembangkan keterampilan ini secara terstruktur, program pelatihan TKBM dari Port Academy bisa menjadi langkah awal untuk membangun karier yang lebih aman, kompeten, dan profesional di dunia kepelabuhanan.











